Tampilkan postingan dengan label Amanda Katili. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amanda Katili. Tampilkan semua postingan

Undangan Menulis Berhadiah: Tradisi Makan Siang di Indonesia


1. Latar Belakang 

Makan siang di Indonesia merupakan cerminan dari keragaman budaya yang kaya, di mana setiap aspek dari makan siang—mulai dari makanan yang disantap, resep, hingga cara penyajiannya—memiliki cerita unik yang dapat dibagi. Karenanya, Omar Niode Foundation, Komunitas Komunitas Food Blogger Indonesia, dan Nusa Indonesian Gastronomy Foundation bekerja sama untuk mengumpulkan cerita-cerita tersebut dari seluruh penjuru Indonesia, memperlihatkan keunikan dari setiap kelompok masyarakat.  

Inspirasi untuk kegiatan ini datang dari sebuah buku dengan judul “At the Table: Food and Family around the World" yang diedit oleh Ken Albala, sebuah antologi yang mengungkap kekayaan dan keragaman tradisi “dinner” di berbagai belahan dunia. At the Table menyajikan kumpulan esai dari berbagai penulis yang berbagi cerita tentang makna dan ritual makan bersama di meja makan. 

Selain itu, Yayasan Nusa Gastronomi Indonesia pernah berkolaborasi dengan Badan Pangan Nasional, Yayasan Kehati, Detikfood, Yayasan Omar Niode dan Indonesian Chef Association, pernah menyelenggarakan “Lomba Kreasi Menu Makan Siang Anak Indonesia.”  


2. Tujuan  

  • Mengumpulkan dan merayakan keunikan tradisi makan siang di berbagai kelompok masyarakat di Indonesia yang tidak terbatas pada resep saja. Melalui tulisan, kita bisa melihat betapa kayanya budaya makan siang di Indonesia dan bagaimana setiap daerah memiliki keunikan tersendiri. 
  • Mendorong pengamatan mendalam tentang apa yang dijadikan makanan, bagaimana makanan itu disajikan, dimasak, dan disantap. Peserta diharapkan untuk menggali lebih dalam tentang makna di balik setiap hidangan, proses penyajiannya, dan pengalaman saat menyantapnya. 
  • Memberikan wawasan tentang perbedaan budaya makan di berbagai daerah dan kelompok masyarakat. Dengan berbagi cerita, kita bisa memahami dan menghargai keragaman budaya makan siang di Indonesia. 
  • Menerbitkan semua informasi tentang tradisi makan siang Indonesia dalam sebuah buku 


3. Peserta  

Undangan penulisan ini terbuka untuk umum, yang dapat diikuti oleh dan tidak terbatas pada: pelajar & mahasiswa, keluarga, ibu rumah tangga, pekerja lapangan, pekerja kantor, petani, penulis/bogger, pelaku usaha.  

 

4. Kriteria Penulisan 

Tema: Tradisi Makan Siang Indonesia, termasuk namun tidak terbatas pada: 

  • Apa yang disantap: Deskripsi tentang makanan, termasuk jenis makanan dan bahan-bahannya. 
  • Cara menyantapnya: Bagaimana makanan itu dinikmati, apakah dengan tangan atau menggunakan alat makan tertentu 
  • Lokasi makan: Tempat dimana makan siang biasanya disantap (kantor, sawah, rumah sakit, taman sekolah, rumah tangga, perjalanan dll). 
  • Wadah makan: Jenis wadah yang digunakan untuk makan siang. 
  • Menu lengkap: Rincian menu makan siang, termasuk hidangan sampingan atau tambahan. Jika memungkinkan, sertakan resep 
  • Teknik memasak: Cara makanan tersebut disiapkan atau dimasak. 

 

5. Ketentuan Penulisan  

  • Esai/Artikel setidaknya 600-1200 kata dengan minimum 2 gambar. Lebih panjang diterima, namun tidak bertele-tele dan melenceng dari topik.  
  • Peserta menulis artikel sesuai dengan tema dengan gaya bahasa bebas, disesuaikan dengan karakter masing-masing. 
  • Bahasa: Bahasa Indonesia yang baik dan benar. 
  • Isi tulisan sopan, tidak menyinggung suatu brand dan tidak berisi ujaran kebencian dan SARA. 

 

6. Aspek Penilaian: 

  • Keunikan, keaslian dan detail narasi 
  • Kesesuaian dengan tema dan kelengkapan detail 
  • Kreativitas dalam penyampaian 
  • Penggunaan bahasa yang menarik 

 

7. Syarat dan Ketentuan 

Peserta adalah warga negara Indonesia
Wajib follow Instagram @omarniode, @foodbloggeridcommunity, @nusa.foundation @kumalahomeandkitchen
Peserta wajib posting sebuah foto pada akun Instagram-nya dan pada caption mencantumkan hashtag #TradisiMakanSiang, mention dan tag @omarniode @foodbloggeridcommunity, @nusa.foundation, dan @kumalahomeandkitchen sebagai panitia penyelenggara. Harap akun Instagram tidak di-private.
Silakan kirim artikel kapan saja, dengan batas akhir tanggal 3 Oktober 2024 pukul 23.59 WIB.
Segera setelah mengunggah artikel dan foto di Instagram, peserta wajib mengisi form pendaftaran penulisan pada link berikut: Tradisi Makan Siang Indonesia.

 

8. Tata Cara Pengiriman Karya 

✅ Kirimkan karya melalui form pendaftaran penulisan pada link berikut : Tradisi Makan Siang di Indonesia 
✅ Sertakan identitas diri (nama, usia, pekerjaan/aktivitas, afiliasi pekerjaan/organisasi, alamat, nomor telepon).
✅ Format file yang diterima: Dokumen Word. Format A4 dengan margin 2,5 cm, Font: Times New Roman


9. Timeline Penulisan 

  • Penerimaan Karya: 03 September 2024 – 3 Oktober 2024 
  • Penilaian: 04 - 14 Oktober 2024 
  • Pengumuman Pemenang: 16 Oktober 2024 

 

10. Hadiah 

  • Juara 1: Uang Tunai Rp 1.500.000 + Produk dari @kumalahomeandkitchen
  • Juara 2: Uang Tunai Rp 1.000.000 + Produk dari @kumalahomeandkitchen
  • Juara 3: Uang Tunai Rp 750.000 + Produk dari @kumalahomeandkitchen
  • Juara Harapan 1: Uang Tunai Rp 500.000 + Produk dari @kumalahomeandkitchen
  • Juara Harapan 2: Uang Tunai Rp 400.000 + Produk dari @kumalahomeandkitchen
  • Juara Harapan 3: Uang Tunai Rp 300.000 + Produk dari @kumalahomeandkitchen
  • Semua pemenang akan menerima sertifikat dan kesempatan dimuat dalam buku yang akan diterbitkan oleh penerbit yang bekerjasama dengan penyelenggara kegiatan ini. Dengan catatan, peserta menyetujui artikelnya diterbitkan menjadi buku, dengan hak cipta pada masing-masing penulis. 

 

11. Tim Juri 

  1. Chef Ragil Imam Wibowo, Nusa Indonesian Gastronomy Foundation 
  2. Amanda Katili, Ketua Omar Niode Foundation 
  3. Katerina, Blogger Profesional  Travelerien.com

 

12. Tentang Panitia Penyelenggara 


Omar Niode Foundation (ONF) 

ONF merupakan sebuah organisasi nirlaba kecil yang turut berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, citra budaya, dan kuliner Nusantara, di Indonesia dan mancanegara. Kegiatannya meliputi kreja sama dalam menyelenggarakan acara publik, menerbitkan buku, dan berbagi pandangan tentang budaya dan seni kuliner. ONF telah menerbitkan 15 buku, di antaranya Trailing the Taste of Gorontalo  yang meraih 3 penghargaan intrrnasional Gourmand World Cookbook Award, yaitu "Best in The World  – Gourmand World Cookbook Award 2016" for Asian Cuisine from Asian Books; Best of the Best 1995- 2020 kategori Food Heritage; dan Best of 25 Years for Silk Road Food Culture kategori “Best Food Heritage Book.” 

Amanda Katili, Ketua Omar Niode Foundation menjadi kontributor Bab Indonesia pada buku “At the Table. Food and Family Around the World,” diterbitkan pada 2016 oleh Greenwood/ABCCLIO di Amerika Serikat yang juga memperoleh Gourmand Award. Selain itu, Amanda juga menjadi kontributor pada buku Contemporary Advances in Food Tourism  yang diterbitkan Routledge Publishing pada Maret 2023. Buku terbaru ONF: “Comfort Food Memoirs. Kisah Makanan Yang Menenangkan Beserta Resepnya” merupakan karya dari 65 penulis lintas profesi. Buku ini juga memperoleh Gourmand World Cookbook Award untuk kategori Abstract, dan Food Writing. 


Komunitas Food Blogger Indonesia (KFBI) 

KFBI adalah sebuah wadah bagi para pecinta kuliner yang hobi menulis dan berbagi pengalaman mereka mengenai makanan dan tempat makan. Didirikan oleh sekelompok food blogger yang antusias, komunitas ini bertujuan untuk menghubungkan para blogger kuliner di seluruh Indonesia, mempromosikan konten berkualitas, dan menginspirasi masyarakat untuk mengeksplorasi ragam kuliner Nusantara. 

Kegiatan KFBI meliputi 1) Gathering Rutin: Pertemuan berkala untuk saling bertukar informasi dan pengalaman; 2) Workshop dan Seminar: Pelatihan menulis, fotografi, dan videografi yang mendukung pengembangan konten kuliner; 3) Kolaborasi dengan Brand: Bekerja sama dengan restoran, produk makanan, dan event kuliner untuk menciptakan konten yang menarik; 4) Review dan Rekomendasi: Membagikan ulasan dan rekomendasi tempat makan, resep, serta produk makanan kepada masyarakat; 5) Wisata Kuliner: Eksplorasi kuliner di berbagai daerah untuk menemukan makanan khas dan unik; 6) Belanja: Menjelajahi pasar tradisional dan modern untuk mencari bahan makanan berkualitas; 7) Festival: Mengikuti berbagai festival kuliner untuk mendapatkan inspirasi dan pengetahuan baru; 8) Kreasi Memasak: Membagikan resep dan teknik memasak untuk menginspirasi pembaca menciptakan hidangan lezat di rumah. 

 

Nusa Indonesian Gastronomy Foundation 

Nusa Indonesian Gastronomy Faoundation memperjuangkan kuliner Indonesia melalui berbagai kegiatan non-profit dan edukasi bagi masyarakat di berbagai penjuru Indonesia. Melalui berbagai riset, pelatihan, dan inovasi yang dikerjakan, Nusa berupaya memajukan kuliner Indonesia dan meningkatkannya ke tingkat internasional.  

Didukung oleh Pemerintah Amerika Serikat melalui program Ambassadors Fund for Cultural Preservation dari Kedutaan Amerika Serikat di Jakarta Nusa menginisiasi Pusaka Rasa Nusantara dan mengadakan perjalanan riset dan keliling Indonesia selama 2 tahun lebih. Hasil perjalanan terebut terangkum dalam empat buku yang bercerita tentang Sejarah dan Budaya Kuliner Indonesia, Bahan Pangan Indonesia, Teknik Masak, serta Resep-resep makanan yang dicatat langsung dari ibu-ibu (dan juga bapakbapak). Dengan total 1,072 halaman dan lebih dari 500 resep, seri buku ini merupakan perjuangan yang melibatkan banyak sekali pihak baik dari pemerintah, komunitas akar rumput, teman NGO dan penggiat pangan/kuliner di seantero negeri dari Aceh hingga Papua. 


Penerbit Diomedia

Diomedia adalah sebuah penerbit independen yang terus berkembang menerbitkan buku- buku bermutu dengan berbagai genre. Sampai 2024 telah menerbitkan ratusan judul buku dengan genre utama adalah buku memoar, pendidikan, motivasi, sejarah, dan pengembangan diri serta buku anak telah menjadi core bisnis tersendiri. Diomedia terkenal aktif mengundang publik untuk menulis memoar sejak 2017 dan mendirikan Komunitas Menulis Memoar, karena menulis memoar bisa menyembuhkan luka batin dan merawat kesehatan mental. Selain itu Diomedia juga mendirikan Akademi Menulis Buku Pengembangan Diri untuk memupuk para penulis Indonesia berbakat dalam berkarya dan memberi bacaan mencerahkan bagi bangsa Indonesia. Slogan terkenal dari Diomedia adalah belanja buku adalah kehormatan, membaca dan menulis adalah kenikmatan, dan menerbitkan buku adalah kemewahan intelektual. Ini yang mendorong visi-misi Diomedia bergerak di bisnis penerbitan dan pengembangan literasi.

 


Kontak dan Informasi Lebih Lanjut 

Untuk informasi lebih lanjut dan pertanyaan, silakan hubungi: Komunitas Food Blogger Indonesia @foodbloggeridcommunity, Omar Niode Foundation @omarniode atau Nusa Indonesian Gastronomy Foundation @nusa.foundation melalui DM Instagram. 

Kami tunggu karya terbaik Anda, dan semoga Anda beruntung mendapatkan hadiah yang kami sediakan untuk 6 pemenang dengan tulisan terbaik.

Salam kuliner! 💚


Food Blogger Icip-Icip Kuliner Gorontalo di Acara Peluncuran Buku Sambal Roa bersama Omar Niode Foundation

 


Pada hari Minggu tgl. 12 Februari 2023, Omar Niode Foundation meluncurkan buku "Sambal Roa. Ragam, Resep, dan Rupiah."

Omar Niode Foundation merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, citra budaya, dan kuliner Nusantara, khususnya Gorontalo.

Omar Niode Foundation sebagai penyelenggara acara ini pernah diundang oleh Gourmand International untuk tampil di Frankfurt Book Fair, memperkenalkan buku dan kuliner Gorontalo.  


Acara yang digelar di Restoran Nusagastronomy, Menteng, Jakarta Selatan, milik Chef Ragil tersebut, dihadiri oleh Ibu Amanda Katili Niode selaku ketua Omar Niode Foundation, serta para profesional di bidang kuliner di antaranya Ibu Tantrie Soetjipto, Ade Putri Paramedita, Lidia Tanod, Dindin Mediana, dan Muthya Farida Mohamad

Tentunya hadir pula para kontributor buku Sambal Roa, di antaranya adalah para rekan blogger Katerina S, Ambu Maria G Soemitro, Nurul Sufitri, Dian Restu Agustina, April Hamsa, dan Tuty Queen.

Omar Niode Foundation juga mengundang media dan rekan food blogger dari Komunitas Food Blogger Indonesia (KFBI) di antaranya Myra Anastasia, Ria Buchori, Rina Susanti, dan Utami Isharyani.

Di antara para tamu juga terlihat Karida Humaira Niode yang profilnya muncul di halaman Bionarasi Kontributor Buku Sambal Roa, serta Amril Taufik Gobel, jurnalis sekaligus blogger kawakan yang namanya sebagai blogger kondang se-Indonesia.



Menurut bu Amanda, dalam kata pengantarnya menyampaikan, sebagai organisasi nirlaba kecil yang turut berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, citra budaya, dan kuliner nusantara, Omar Niode Foundation melakukan inisiasi menyusun buku tentang sambal roa, untuk menggali dan menyebarkan informasi tentang:

  • apa itu sambal roa, termasuk asal usul dan resep dasarnya,
  • penggunaan sambal roa pada kuliner nusantara,
  • bisnis sambal roa yang menguntungkan dan transformasi digital yang menyertainya

Materi buku Sambal Roa setebal 100 halaman tersebut merupakan hasil bincang-bincang Sambal Roa - Ragam, Resep, dan Rupiah pada Jumat, (1 April 2022) melalui Instagram Live pada akun @omarniode.


Mengenal Omar Niode Foundation

Omar Niode Foundation merupakan sebuah organisasi nirlaba kecil yang turut berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, citra budaya, dan kuliner Nusantara, khususnya Gorontalo, di Indonesia dan mancanegara.

Omar Niode Foundation  telah menerbitkan 15 buku, di antaranya Trailing the Taste of Gorontalo yang meraih Gourmand World Cookbook Award, Best of the Best 1995-2020 kategori Food Heritage. 

Buku lain yang diterbitkan adalah Memilih Makanan Ramah Iklim +39 Resep Gorontalo yang mengenalkan konsep makanan ramah bumi dari berbagai aspek terkait dan peranannya dalam menyikapi krisis lingkungan. Buku ini yang dapat diunggah dari bit.ly/e-bookmakananramahiklim juga menampilkan resep-resep makanan ramah bumi yang dapat dicoba, khususnya makanan tradisional Gorontalo. 

Di luar negeri, Omar Niode Foundation juga menjadi kontributor khusus Bab Indonesia pada buku At the Table. Food and Family around the World, terbitan Greenwood yang juga memperoleh Gourmand Award.  Selain itu juga Bab  “Challenging Consumer Culinary Expectations,” dengan kisah tentang Indonesia di buku Contemporary Advances in Food Tourism Management and Marketing, terbitan Routledge.

Dalam melaksanakan berbagai kegiatannya, Omar Niode Foundation bekerja sama dengan individu maupun organisasi di dalam dan di luar negeri. 

Omar Niode Foundation aktif dalam organisasi food bloggers nasional maupun internasional, juga di Future Food Institute, Indonesia Bergizi, Jamie Oliver Food Revolution Day, Slow Food International, dan World Food Travel Association.


Talkshow yang dipandu oleh bu Amanda tersebut menampilkan narasumber Lidia Tanod dari Komunitas Jalansutra, yang merupakan penulis Seri Buku Mak Nyus; Muthya Farida pemilik UMKM kuliner Dapur Dango; dan Titin Wala, pemilik UMKM Sambal RoaRia.

Sambal Roa adalah sambal dengan bahan dasar ikan roa asap. 

Ikan roa yang juga dikenal sebagai julung-julung dengan nama Latin Hemirhamphus sp. ini banyak ditemui di perairan laut Utara Pulau Sulawesi sampai dengan Kepulauan Maluku.  

Sambal roa digemari di berbagai daerah di Indonesia karena rasa gurih yang khas dengan aroma asap, dan tingkat pedas yang sangat menambah nafsu makan. 

Di Manado di sebut Sambal Roa, sedangkan di Gorontalo namanya Sambal Sagela, dan di Maluku istilahya adalah Sambal Galafea, meskipun semuanya terbuat dari jenis  ikan yang sama.




Acara Icip-icip Kuliner Gorontalo menampilkan Tumpeng Gorontalo dari Talaga Cookery, dengan nasi kuning Gorontalo, ayam iloni, sate balanga, ihu tilinanga, acar, dan sambal sagela (roa) serta kudapan cara isi, dan kue tobu’u.

Tumpeng Gorontalo yang ditampilkan di acara, terdiri dari Nasi Kuning Gorontalo, Ayam Iloni, Sate Balanga,  Ihu Tilinanga, Acar, Sambal Sagela (Roa).

AYAM ILONI berbahan dasar ayam bagian dada yang diolah bersama santan dan bumbu lainnya lalu dipanggang. Kemarin saat disajikan bersama tumpeng, ayamnya sudah disuir / potong kecil.

SATE BALANGA berbahan dasar kambing yang dipotong-potong kemudian diolah bersama bumbu dan aneka rempah lalu dimasak dalam panci. Uniknya sate ini tidak ditusuk dengan tusukan sate maupun dibakar di atas api melainkan dimasak seperti membuat semutlr daging.

IHU TILINANGA adalah orak-arik telur bertabur irisan cabai merah dan bawang merah dilengkapi dengan kelegitan santan kelapa yang segar, membuat sajian terong goreng yang semula begitu sederhana menjadi sebuah sajian istimewa khas Gorontalo.

SAMBAL SAGELA, nama lain sambal Roa. Di Gorontalo disebut Sagela.

Aneka Kuliner Gorontalo

Kue Cara Isi terbuat dari bahan santan, cabe, dan ikan tongkol yang disuir sampai halus. Itu sebabnya saat digigit terasa ada lezat rasa daging, berasal dari daging ikan tongkol itu.

Kue Tobu'u atau Kue Perahu terbuat dari campuran santan dan gula merah yang dibungkus dengan daun tebu. Daun tebu tersebut dibentuk seperti perahu, karena itu dinamakan juga Kue Perahu. Rasanya manis gurih, tekstur nya lembut di mulut.

Pisang Goreng Goroho digoreng telan*ang alias polos aja gak pakai tepung. Digoreng dalam keadaan masih mengkal (keras udah lewat, lembut belum sampai). Pisang Goreng Goroho dimakan dengan cara dicocol sambal Roa.

Chef Ragil Sajikan Kuliner Khas Padanan Sambal Roa

Chef Ragil Imam Wibowo sebagai pemilik Nusa Indonesian Gastronomy memandu penyajian cita rasa roa dengan padanan singkong, panada, pisang goreng, lalampa, dan pizza. 

Wujud Lalampa mirip lemper dengan isian ikan cakalang. 

Sedangkan panada penampakannya mirip dengan pastel.

Jika pizza umumnya dimakan dengan saus sambal, di sini dimakan dengan sambal roa. Mantap, pizza dengan kearifan lokal!

Pisang gorengnya tidak seperti pisang goreng goroho yang telan*ang tanpa tepung, yang satu ini malah berselimut tepung tebal, dan ada wijennya.

Semua makanan itu dimakan dengan sambal roa. Sedap!


Suguhan kuliner dari Omar Niode Foundation tidak berhenti sampai di situ. Masih Ada Sate Wagyu Maranggi, Gelato, dan Cookiesssss juga! 

Nah kalau yang ini dibagikan sebagai bentuk apresiasi ONF kepada para rekan food blogger yang telah berpartisipasi memeriahkan acara peluncuran. 






Setelah buku diluncurkan, icip-icip kuliner Gorontolo pun sudah, sampailah di ujung acara: bagi-bagi makanan buat dibawa pulang.

Pertama, ada goodie bag dari Omar Niode Foundation berupa buku Sambal Roa, Keripik Pisang Goronto, dan Sambal Roa Goronto. Jika bukunya dari ONF, keripik dan sambal roa nya dari Zahra Khan. 

Terlihat dari namanya, Goronto, makanan khas tersebut memang dari Dapur Goronto, punya Zahra. Bisa cek produknya di IG @bakulgoronto.

Kedua, ada bingkisan untuk para blogger, berupa 5 cookies dan 5 gelato jar dari Nusa Indonesian Gastronomy.

Gelato jar nya boleh pilih sendiri, bebas pilih 2 rasa dari sekian banyak rasa khas Nusantara. Ada rasa Kue Keranjang, Es Doger, Klepon, Lime Sorbet, Bagea, Taro, Tamarilo, Banana, Green Tea, Coklat Kenari, Kelapa Muda, dan lainnya. 

Terima kasih Nusa Indonesian Gastronomy dan Bu Amanda sudah bagi-bagi cookies dan gelato buat rekan food blogger.
 


Buku Sambal Roa. Ragam, Resep, dan Rupiah harga Rp. 75.000,- (diluar ongkos kirim) dapat dipesan melalui Penerbit Diomedia. IG @penerbitdiomedia. WA 0 856-4376-2005