Food Blogger bukber di Swiss-Belhotel Pondok Indah, menikmati hidangan Menu Arabian Peninsula

 

Swiss-Belhotel Pondok Indah secara khusus mengundang Komunitas Food Blogger Indonesia untuk berkumpul dalam rangka launching dan buka puasa bersama "Arabian Peninsula Iftar Party, pada hari Senin tgl. 27 Maret 2023.

Gathering yang dilaksanakan di Swiss Cafe tersebut juga mengundang sejumlah media.

Pihak hotel, dalam hal ini Mbak Wulan selaku PR Manager Swiss-Belhotel Pondok Indah, bahkan menyediakan kendaraan untuk menjemput para food blogger yang berkumpul di BSD. Senang sekali tentunya melakukan perjalanan bersama menuju hotel, berasa seperti piknik.

Sampai di hotel acara langsung dimulai. Mbak Wulan beserta tim hotel menyambut dengan penuh keramahan. Hati siapa yang tak senang coba. Udah baik-baik, manis-manis, ramah pula. Betah deh...



Mbak Wulan dengan lincah membawa acara. Dimulai dengan sambutan selamat datang, lalu perkenalan dengan hotel, berikutnya para undangan diajak mendengarkan penjelasan Chef Rueben Win terkait menu Arabian Peninsula.

Swiss-CaféTM Restaurant, Pondok Indah menghadirkan hidangan berbuka puasa yang lezat dengan tema menu “Arabian Peninsula”; yang adalah semenanjung Asia Barat, terletak di timur laut Afrika di Lempeng Arab, dimana semenanjung Arab merupakan semenanjung terbesar di dunia.

Swiss-CaféTM Restaurant, Pondok Indah dengan suasananya yang baru; lantai marmer yang elegan, meja buffet yang putih dan terang, serta permainan warna table cloth serta napkin yang segar membuat mata tamu terasa nyaman.

Selama Ramadhan, Swiss-CaféTM Restaurant, Pondok Indah menyajikan hiburan live music mulai pukul 17.30 sampai 20.00 WIB dan akan ada penampilan tarian Sufi pada
tanggal 14 April mendatang. Hiburan ini semata-mata untuk menemani tamu yang buka puasa bersama, maupun sedang kumpul bersama keluarga, kolega dan kerabat dalam kegiatan spesial mereka dan menambah suasana menjadi lebih cair dan menyenangkan. 


Menu-menu yang disiapkan dan disajikan oleh Executive Chef beserta tim, tentunya adalah menu-menu khas ‘Arabian Peninsula’ namun juga tidak melupakan Indonesia.

Menu-menu tersebut terinspirasi oleh pengalaman Chef Rueben Win yang pernah bertugas di Dubai lebih dari 5 tahun pada waktu silam. Karena sajian ini bukan semata untuk mereka yang berbuka puasa saja, tapi juga bisa dimanfaatkan bagi para tamu yang memiliki acara khusus makan bersama dengan orang-orang terkasih. 


Menu Arabian Peninsula

Menu-menu ‘Arabian Peninsula’ yang disajikan diantaranya:

Mezze; gaya makanan di Mediterania dan Timur Tengah, menyerupai tapas Spanyol sebagai makanan pembuka, gaya makan ini memadukan makanan dingin dan panas, termasuk sayuran, daging, saus dan roti.

Aneka Mezze (hidangan pembuka)


Sup Letil; merupakan sup vegetarian dan daging yang dibuat dengan lentil. Terdiri dari lentil hijau, coklat, merah, kuning atau hitam dengan atau tanpa kulit. 

Shawarma; hidangan Timur Tengah popular yang berasal dari Kekaisaran Ottoman, terdiri dari daging yang dipotong menjadi irisan tipis, ditumpuk dalam bentuk kerucut terbalik dan dipanggang diatas rotisserie. 



Lamb Leg Ouzi adalah hidangan berbahan dasar nasi yang popular dan dianggap sebagai salah satu hidangan nasional Irak. 

Disajikan dengan daging domba atau kambing yang dimasak sangat lambat, kacang panggang dan kismis yang disajikan diatas nasi. 

Lamb Leg Ouzi

Dajaj Mashwi merupakan makanan yang dibuat dari daging dada ayam tanpa tulang, dimana masyarakat Arab Saudi biasa menyajikannya dengan salad campur dan saus bawang putih.

Masgouf; adalah hidangan Mesopotamia yang terdiri dari ikan mas panggang yang dibumbui dan sering dianggap sebagai hidangan nasional Irak. 


Shakshouka adalah hidangan telur Maghrebi yang direbus dengan saus tomat, minyak zaitun, paprika, bawang merah dan bawang putih, biasanya dibumbui dengan jinten, paprika, dan cabai rawit. 

Shakshouka berasal dari Ottoman Afrika Utara pada pertengahan abad ke-16 setelah tomat diperkenalkan ke wilayah tersebut oleh Hernan Cortes sebagai bagian dari pertukaran Kolombia. 
Shakshouka

Shish Taouk adalah sebuah shish kebab ayam tradisional yang dimarinasi dari masakan Timur Tengah. Hidangan tersebut biasa dimakan di Turki, Azerbajian, Lebanon, Mesir, Yordania, Suriah, Irak, Tiritorial Palestina dan Israel. 

Beef Kofta adalah keluarga hidangan bakso atau meatloaf yang ditemukan di masakan Balkan, Timur Tengah, Afrika Utara, Kaukasia Selatan, Asia Selatan dan Asia Tengah. 



Zhoug adalah saus atau bumbu Timur Tengah yang mudah dibuat dan merupakan campuran antara pesto, chimmi churi, dan chutney mint. 

Umm Ali adalah makanan penutup tradisional Mesir. Hidangan ini dinamai menurut nama istri Sultan Mesir yang meminta semua juru masak dan wanita Mesir untuk bersaing dan menghasilkan makanan penutup yang paling enak sebagai bentuk perayaan. 

Umm Ali

Pistachio Mafroukeh; makanan penutup Lebanon yang dibuat secara tradisional menggunakan krim beku yang dimaniskan dengan gula dan dibumbui dengan air bunga jeruk. 



Basbousa adalah kue semolina manis yang direndam dalam sirup yang berasal dari Mesir. Adonan semolina dipanggang dalam loyang, kemudian dimaniskan dengan air bunga jeruk, air mawar atau sirup sederhana dan biasanya dipotong kotak berlian. 

Muhallabia; merupakan makanan penutup Arab dibuat dibanyak negara seperti Suriah, Lebanon, Mesir, dan bahkan Turki. Awalna pudding dibuat dengan tepung beras giling namun kini lebih sering dimasak dengan tapung jagung karena membuat makanan penutup ini menjadi lebih creamy dan tidak meninggalkan rasa seperti tepung beras.

Cashew Pie; pai yang dibuat dengan kacang mete sebagai bahan utama. Kacang mete utuh atau cincang dibuat dengan sirup jagung, gula, dan telur, bisa disajikan dengan krim kocok atau caramel diatasnya dan disajikan selagi panas. 

Atayef with Ashta adalah panekuk Timur Tengah yang diisi dengan krim ashta yang harum, mawar dan bunga jeruk. Pistachio cincang dan sirup menambah sentuhan akhir pada manisan genggam ini. 

Aneka dessert Indonesia dan Arabian

Aneka hidangan Indonesia dan internasional

Setelah berkenalan dengan menu-menu yang disajikan, Mbak Wulan mengadakan giveaway berhadian 7 voucher menginap gratis di Swiss-Belhotel Pondok Indah.

Kuisnya sangat seru. Mbak Wulan mengajukan pertanyaan terkait penjelasan Chef Rueben Win tentang menu Arabian Peninsula.

Dari 7 pertanyaan, ada beberapa yang kuisnya amat mudah, bahkan mengundang gemas, yakni: Siapa yang punya uang pecahan 50,000 paling banyak? Siapa yang punya aplikasi e-wallet paling banyak? 

Para peserta sibuk buka dompet dan hp, ternyata hanya Mbak Dewi dan Mbak Tuty yang memenuhi syarat menang hehe.

5 dari 7 pemenang voucher menginap gratis di Swiss-Belhotel Pondok Indah

54 Macam Hidangan

Kamu hanya perlu membayar Rp 325.000 net/orang tapi sudah bisa menikmati 54 macam hidangan.

Ada promo up to 35% untuk SBEC Member. Diskon 15% untuk pemegang kartu kredit bank Mandiri, BCA, BNI, BRI, OCBC, Panin, dan Danamon. Buy 3 get 1 free bagi pemegang kartu kredit Bank Mega.

Bagi tamu yang ingin buka puasa dirumah bersama keluarga, Swiss-CaféTM Restaurant juga menawarkan paket rantangan dengan menu terdiri dari karbohidrat, protein, vegetable dan dessert. Gratis antar dengan radius 5km dari area hotel. 

Informasi dan pemesanan dapat menghubungi hotel di nomor 021-7501088 atau WhatsApp di nomor 0813-8384-9403

Yuk ajak teman dan keluarga untuk bukber di Swiss-Belhotel Pondok Indah ❤️


Pulang dari acara ini, seluruh food blogger mendapatkan hadiah lainnya dari hotel yakni voucher bukber untuk digunakan di lain waktu, dan terdaftar sebagai SBEC member secara GRATIS!

Alhamdulillah. Serba istimewa.

Terima kasih Swiss-Belhotel Pondok Indah 💕





Bincang Singkat Bermanfaat dengan Blogger Kondang Deddy Huang


Blogger Deddy Huang dikenal sebagai lifestyle blogger sekaligus food photographer profesional. 

Deddy Huang menyukai kegiatan food fotografi bermula dari travelling yang dekat dengan kuliner, akhirnya menimbulkan chemistry untuk lebih mengenal. 

Didukung awal pandemi membuatnya harus memutar cara untuk bertahan hidup dengan menjual jasa fotografi makanan hingga menjadi seorang yang layak sebagai commercial food photographer.

Aktitivas kuliner dan foto Deddy Huang sebagian sudah pernah diceritakan di blog karena sebagai bahan edukasi bagi masyarakat mengenai profesi food photographer.

Deddy pun telah menggelar workshop food fotografi (secara online selama pandemi) yang audience-nya kebanyakan dari orang-orang yang memiliki minat terhadap fotografi makanan.

Berawal dari minat menjadi profesi. Saat ini fotografi makanan sudah menjadi profesi sehingga dibayar untuk membuat visual makanan agar tampak lebih menggiurkan.

Foodger's penasaran nggak kendala apa yang pernah dialami Deddy Huang saat menjalankan kegiatan food fotografi? Bagaimana cara Deddy melengkapi alat fotografinya, dan dari mana saja inspirasi dalam membuat sebuah foto menjadi sangat menarik?

Berikut wawancara singkat FBID dengan Deddy Huang. Singkat karena keterbatasan waktu 😁

 

Kak Deddy dikenal sebagai lifestyle blogger yang multitalented. Sejak kapan menyukai kegiatan food fotografi? Boleh ceritain ga awal mulanya sampai jadi professional seperti sekarang?

>> Bermula dari travelling yang dekat dengan kuliner, akhirnya menimbulkan chemistry untuk lebih mengenal. Didukung awal pandemi membuat harus memutar cara untuk bertahan hidup dengan menjual jasa fotografi makanan hingga menjadi seorang yang layak sebagai commercial food photographer.

✅Kak Deddy kan blogger kondang nih, apakah kegiatan foto-foto makannya juga diceritakan di blog? Jika ya, kenapa diceritakan di blog, tujuan besarnya apa?

Sebagian sudah pernah diceritakan karena sebagai bahan edukasi bagi masyarakat mengenai profesi food photographer.

✅Pernah bikin workshop food fotografi? Boleh sebutkan di mana aja dan audience nya siapa aja?

Pernah. Kemarin lebih banyak sifatnya online karena belum dapat tatap temu. Audiencenya kebanyakan dari orang-orang yang memiliki minat terhadap fotografi makanan.

✅Food fotografi ini sebagai hobi saja atau sudah jadi profesi?

Berawal dari minat menjadi profesi. Saat ini sudah menjadi profesi sehingga saya dibayar untuk membuat visual makanan agar tampak lebih menggiurkan.

✅Kendala apa yang pernah dialami saat menjalankan kegiatan food fotografi?

Konsumen yang belum teredukasi dengan baik mengenai genre fotografi makanan terutama mengenai bayaran. Sering kali konsumen menganggap foto makanan itu mudah, padahal banyak elemen yang harus diperhatikan agar dapat menghidupkan objek mati menjadi lebih terlihat menggiurkan.

✅Kelengkapan alatnya beli serentak, atau dicicil kak? 

Dicicil donk, karena pernah ditipu sama konsumen yaitu teman sendiri. Katanya mau foto, setelah dibeli peralatan ternyata orangnya PHP/kabur.

✅Biasanya dapat inspirasi dan referensi foto dari apa dan mana saja kak?

Bisa dari buku menu restoran dari brand ternama, atau seperti Pinterest.

✅Boleh kasih tips gak kak supaya sukses jadi food fotografi?

Selalu tingkatkan value diri agar hasil foto kalian memiliki ciri khasnya sendiri.

✅Apa pesan kak Deddy untuk para food blogger?

Selera dan lidah setiap orang itu berbeda-beda. Ulaslah secara baik, jangan hanya karena dibayar makan dibuat hiperbola.

✅Apa motivasi kak Deddy bergabung dengan Komunitas Food Blogger Indonesia (FBI Community)

Bisa menambah jejaring dan kalau bisa memberikan dampak positif bagi sesama member.


Itu tadi bincang-bincang admin FBID dengan Kak Deddy Huang. Semoga sharing ini bisa bermanfaat untuk kita semua.